Universitas Surabaya resmi memulai pembangunan Ubaya Tower serta gedung baru untuk Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE). Peletakan batu pertama menandai dimulainya proyek tersebut pada Senin, 27 Juli 2026.

Langkah awal pembangunan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan infrastruktur kampus dan fasilitas pendidikan di lingkungan universitas.
Momen peletakan batu pertama
Peletakan batu pertama yang digelar pada Senin, 27 Juli 2026, menandai awalan fisik dari proyek yang mencakup tower baru serta fasilitas untuk FBE. Acara ini menjadi simbol dimulainya pembangunan yang telah direncanakan oleh pihak universitas.
Meski kegiatan tersebut berlangsung sebagai seremoni awal, momentum ini secara simbolis menunjukkan komitmen institusi terhadap pembaruan sarana dan penguatan kapasitas kampus.
Peran Ubaya Tower bagi pengembangan FBE
Ubaya Tower diharapkan menjadi bagian dari upaya pengembangan fasilitas yang menunjang kegiatan akademik dan administratif, terutama untuk Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Gedung baru FBE menjadi bagian inti dari proyek ini dan diproyeksikan untuk mendukung aktivitas perkuliahan serta kebutuhan operasional fakultas.
Penamaan Ubaya Tower menggambarkan identitas kampus yang melekat pada proyek infrastruktur ini, sekaligus menandai pertumbuhan fisik yang sejalan dengan penguatan program akademik.
Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Biayai Jembatan Masungkang untuk Prioritaskan Akses Sekolah di Banggai
Ruang lingkup proyek dan implikasi bagi kampus
Proyek ini mencakup pembangunan tower serta gedung khusus untuk fakultas terkait, yang bersama-sama membentuk bagian baru dari lingkungan kampus. Pembangunan infrastruktur semacam ini umumnya melibatkan berbagai tahap seperti persiapan lahan, konstruksi bangunan, dan penyelesaian interior sebelum dapat difungsikan secara penuh.
Bagi civitas akademika, kehadiran fasilitas baru dapat memberikan ruang tambahan untuk perkuliahan, kegiatan penelitian, dan layanan administratif. Di sisi lain, proyek infrastruktur besar juga membawa dampak dalam hal pengelolaan proyek, kebutuhan koordinasi, dan penyesuaian operasional kampus saat pekerjaan konstruksi berlangsung.
Tahapan berikutnya dan harapan ke depan
Setelah peletakan batu pertama, tahapan berikutnya adalah pengerjaan konstruksi secara bertahap hingga bangunan mencapai penyelesaian. Panitia pelaksana proyek diperkirakan akan melanjutkan proses sesuai jadwal dan persyaratan teknis yang berlaku, termasuk aspek keselamatan di lokasi konstruksi.
Universitas dan pihak-pihak terkait diharapkan terus melakukan pengawasan terhadap kualitas dan progres pembangunan agar fasilitas baru dapat berfungsi optimal ketika selesai nanti. Bagi mahasiswa, dosen, dan staf, kehadiran Ubaya Tower dan gedung FBE menjadi bagian dari perubahan fisik yang diikuti oleh penyesuaian aktivitas akademik dan administratif.
Signifikansi pengembangan infrastruktur kampus
Pembangunan Ubaya Tower dan gedung baru Fakultas Bisnis dan Ekonomika merupakan salah satu wujud pengembangan infrastruktur institusi pendidikan tinggi. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan berkualitas, pelayanan kepada mahasiswa, serta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dengan dimulainya kegiatan konstruksi pada 27 Juli 2026, proyek ini memasuki fase baru yang akan membutuhkan koordinasi antarunit di lingkungan universitas hingga penyelesaian akhir. Perkembangan selanjutnya akan menentukan kapan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara penuh oleh komunitas kampus.


























