DPRD Dorong Perluasan Akses bagi Santri Perkotaan dalam Program Pendidikan

santri perkotaan - ilustrasi berita DPRD Dorong Perluasan Akses bagi Santri Perkotaan dalam Program Pendidikan

Anggota DPRD DKI Jakarta Uwais El Qoroni meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas jangkauan program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia untuk santri perkotaan. Menurutnya, perhatian intensif diperlukan agar kelompok ini dapat mengakses layanan yang selama ini tersedia bagi masyarakat luas.

santri perkotaan - ilustrasi berita DPRD Dorong Perluasan Akses bagi Santri Perkotaan dalam Program Pendidikan

Uwais menyoroti bahwa sebagian santri yang tinggal di kota berpotensi tidak tercatat dalam pendataan sosial-ekonomi formal. Kondisi ini, katanya, membuat pendekatan pemerintah harus disesuaikan agar program-program pendidikan, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, serta pelatihan keterampilan benar-benar mencapai mereka.

Santri Perkotaan dan Tantangan Pendataan

Salah satu masalah yang diangkat adalah adanya celah dalam pendataan sosial-ekonomi yang bisa membuat santri perkotaan tidak terlihat dalam basis data resmi. Ketidaktercatatan itu berisiko menyebabkan pihak berwenang sulit merancang dan menyalurkan bantuan atau program yang tepat sasaran untuk kelompok tersebut.

Uwais menekankan pentingnya pendekatan yang lebih menyentuh komunitas pesantren di wilayah perkotaan. Pendekatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan konkret santri, termasuk akses pendidikan nonformal dan program pengembangan kapasitas yang sesuai dengan lingkungan mereka.

Kebutuhan Pendidikan dan Peningkatan Keterampilan

Dalam pandangan Uwais, perluasan program pendidikan bagi santri perkotaan tidak hanya menyentuh ranah keagamaan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan pasar kerja dan kewirausahaan. Peningkatan kompetensi teknis dan keterampilan hidup dinilai penting agar santri dapat memperkuat kapasitas diri dan peluang ekonomi di kota.

Pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan agama dengan pelatihan keterampilan diharapkan membantu santri mengembangkan potensi mereka tanpa mengorbankan identitas pesantren. Langkah semacam ini juga bisa membuka akses bagi santri untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif.

Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil untuk Santri

Uwais juga mendorong pemanfaatan program pemberdayaan usaha mikro dan kecil bagi kalangan pesantren di perkotaan. Dukungan berupa pelatihan manajemen usaha, akses permodalan yang mudah, dan pendampingan usaha dapat membantu santri yang ingin mengembangkan usaha skala kecil.

Pemberdayaan ekonomi semacam ini dinilai dapat menjadi salah satu jalur keluar bagi santri yang ingin mandiri secara ekonomi sekaligus memperkuat kontribusi pesantren terhadap perekonomian lokal.

Perlu Strategi Pendekatan yang Berkelanjutan

Untuk memastikan keberhasilan program, Uwais mengingatkan perlunya strategi pendataan dan pendekatan yang berkelanjutan. Hal ini mencakup upaya menjalin komunikasi dengan pengelola pesantren dan tokoh komunitas agar intervensi pemerintah relevan dan diterima oleh para santri.

Pendekatan yang berkelanjutan juga berarti program-program harus dirancang dengan mekanisme pemantauan yang memadai, sehingga perbaikan dapat dilakukan berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, santri perkotaan yang sebelumnya luput dari perhatian dapat mulai terlibat dalam berbagai program pembangunan manusia.

Uwais berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan rekomendasi tersebut dalam perencanaan program ke depan. Menurutnya, upaya memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan untuk santri perkotaan merupakan bagian dari tanggung jawab publik untuk memastikan inklusi sosial dan kesempatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.