NU Care-Lazisnu PBNU menghadirkan layanan gratis pada gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang. Inisiatif ini menawarkan berbagai bentuk khidmah yang ditujukan langsung kepada pelbagai lapisan masyarakat, terutama kepada para guru ngaji yang hadir pada kegiatan tersebut.

Selama dua hari pelaksanaan muktamar, organisasi tersebut memperluas jangkauan khidmah melalui program sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung. Bentuk bantuan yang disediakan bervariasi, mulai dari pemberian santunan hingga penyediaan kacamata gratis bagi guru ngaji, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemanusiaan di lokasi acara.
Layanan gratis bagi guru ngaji
Program layanan gratis menjadi salah satu fokus NU Care-Lazisnu selama muktamar. Upaya ini diarahkan khususnya kepada tenaga pengajar di lingkungan pesantren dan masyarakat yang selama ini berperan dalam pembinaan keagamaan dasar, seperti guru ngaji. Pemberian santunan dan kacamata gratis merupakan bentuk perhatian praktis terhadap kebutuhan mereka yang selama ini sering bekerja tanpa pamrih.
Penyediaan kacamata gratis untuk guru ngaji menunjukkan perhatian terhadap aspek kesehatan penglihatan yang berpengaruh pada kenyamanan dan efektivitas kegiatan mengajar. Sementara itu, santunan yang diberikan dimaksudkan sebagai bantuan langsung untuk meringankan beban hidup para tenaga pengajar yang tergolong rentan secara ekonomi. Kedua bentuk bantuan ini diposisikan sebagai wujud konkret khidmah yang menyentuh sisi sosial dan kesejahteraan.
Khidmah sebagai bagian dari momen Muktamar
Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas menjadi momentum bagi NU Care-Lazisnu PBNU untuk menegaskan komitmen organisasi terhadap pelayanan sosial. Kegiatan sosial yang diselenggarakan sejajar dengan agenda kongres memberikan ruang bagi peserta muktamar dan warga sekitar untuk merasakan manfaat langsung dari kehadiran lembaga filantropi tersebut.
Dengan menempatkan layanan sosial di tengah-tengah kegiatan besar, penyelenggara berharap nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial dapat semakin mengakar. Langkah ini juga menegaskan fungsi muktamar tidak sekadar sebagai forum organisasi, tetapi juga sebagai kesempatan nyata untuk memperkuat jaringan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar pesantren.
Makna dukungan bagi guru ngaji
Bagi banyak komunitas pesantren, guru ngaji memegang peran sentral dalam transfer ilmu agama dan pembentukan karakter santri. Dukungan berupa santunan dan fasilitas kesehatan sederhana seperti kacamata tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga memberi apresiasi terhadap peran yang dijalankan sehari-hari oleh para pengajar tersebut.
Pemberian bantuan di momen muktamar ini berfungsi sebagai pengakuan kolektif atas kontribusi guru ngaji dalam menjaga tradisi pendidikan keagamaan. Intervensi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan praktisi pendidikan di akar rumput serta memperkuat hubungan antara organisasi kemasyarakatan dengan komunitas pesantren.
Jangkauan dan dampak sosial
Aksi sosial yang berlangsung selama dua hari turut menarik perhatian peserta dan warga lokal karena pelaksanaannya yang menyentuh kebutuhan langsung. Bentuk layanan yang diberikan dianggap relevan dengan kondisi sehari-hari para penerima, sehingga dampak aktualnya terasa lebih nyata daripada bantuan yang bersifat simbolis.
Meskipun pelaksanaan berada dalam lingkup muktamar, pola pelayanan yang diterapkan menawarkan model yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa. Penekanan pada bantuan langsung—seperti santunan dan kacamata gratis—menunjukkan pendekatan yang pragmatis dan sesuai dengan kebutuhan kelompok sasaran, terutama guru ngaji yang membutuhkan dukungan pasca-pengabdian panjang di lingkungan pesantren.
Langkah NU Care-Lazisnu ini sekaligus mencerminkan bagaimana organisasi sosial keagamaan dapat berperan aktif dalam momen-momen besar komunitasnya. Pelayanan gratis yang diluncurkan di Pondok Pesantren Tambakberas menjadi contoh konkret sinergi antara kegiatan organisasi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat, yang diharapkan dapat diberdayakan dan dilanjutkan dalam program-program berikutnya.
















































