Sebanyak 75 Mahasiswa Unitomo diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Semolowaru, Surabaya. Mereka menjalankan kegiatan lapangan yang bertujuan membedah ragam persoalan yang dihadapi warga setempat.

Program ini menempatkan mahasiswa pada interaksi langsung dengan masyarakat di lingkungan Kelurahan Semolowaru, sebagai bagian dari penerapan pembelajaran dan pengabdian kepada komunitas. Kegiatan lapangan menjadi sarana untuk memahami realitas sosial yang ada.
Mahasiswa Unitomo dalam Sorotan Publik
KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengalami dan memetakan persoalan di masyarakat secara langsung. Dalam konteks ini, para mahasiswa menjalankan berbagai aktivitas yang umum dalam program pengabdian, seperti pengamatan lapangan, identifikasi isu, dan dialog dengan warga untuk memahami kebutuhan setempat.
Pendekatan yang dilakukan berfokus pada keterlibatan masyarakat sebagai sumber utama informasi. Dengan begitu, upaya pembedahan masalah dilakukan berdasarkan aspirasi dan kondisi nyata yang disampaikan oleh warga, bukan semata dari asumsi di luar lapangan.
Keterlibatan warga dalam proses identifikasi masalah
Keterlibatan warga menjadi kunci dalam proses KKN. Para mahasiswa berupaya membuka ruang diskusi agar penduduk lokal bisa menjelaskan persoalan yang mereka rasakan. Metode partisipatif ini membantu memprioritaskan isu yang relevan bagi komunitas Semolowaru.
Melalui pertemuan dan interaksi langsung, mahasiswa mendapat gambaran mengenai kerangka permasalahan yang mesti dianalisis lebih jauh. Pendekatan seperti ini juga memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat, sekaligus memberi pengalaman belajar yang kontekstual bagi mahasiswa.
Peran akademik dan tujuan pembelajaran
Kegiatan KKN tidak hanya dimaknai sebagai pengabdian, tetapi juga bagian dari proses pendidikan. Mahasiswa dituntut menerapkan teori yang dipelajari di perguruan tinggi ke dalam praktik nyata, mengasah kemampuan analisis, komunikasi, dan kerja tim di tengah komunitas.
Dengan berhadapan langsung pada persoalan warga, mahasiswa mendapat peluang untuk merancang pendekatan yang lebih relevan dan sensitif terhadap kondisi lokal. Pengalaman ini diharapkan meningkatkan kapasitas mereka dalam memecahkan masalah secara holistik.
Harapan terhadap dampak program
Keberadaan KKN di Semolowaru diharapkan membuka ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga isu-isu prioritas bisa diidentifikasi dengan jelas. Proses tersebut menjadi langkah awal untuk merumuskan upaya tindak lanjut yang sesuai kebutuhan komunitas.
Sementara itu, bagi warga, kehadiran mahasiswa memberikan kesempatan menyampaikan aspirasi dan mendapatkan pandangan baru dari perspektif akademis. Interaksi ini memiliki potensi memperkaya solusi yang lebih adaptif terhadap kondisi setempat.
Catatan penutup tentang makna pengabdian
Program KKN merupakan bagian penting dalam kaitan antara pendidikan tinggi dan masyarakat. Keterlibatan 75 Mahasiswa Unitomo di Semolowaru menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan membawa mahasiswanya untuk turut memahami dan mencoba membedah masalah yang ada di lingkungan nyata.
Pembelajaran melalui pengabdian menegaskan kembali peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang belajar langsung dari lapangan. Pengalaman ini diharapkan menjadi modal berharga bagi mahasiswa untuk melanjutkan peran sosialnya setelah kembali ke lingkungan akademik maupun profesional.




































