Eks judoka nasional Sadik Algadri kembali menyuarakan kritik dan gagasan untuk dunia olahraga Indonesia melalui sebuah buku berjudul ‘Membangun Otot di Negeri Kertas’. Dalam karyanya, Sadik menyorot sejumlah kendala struktural yang menurutnya menghambat kemajuan prestasi olahraga tanah air.

Buku yang dirilis pada Agustus 2026 itu memuat analisis tentang fragmentasi kebijakan publik, lemahnya tata kelola organisasi olahraga, persoalan alokasi anggaran, serta tantangan penerapan sport science dan pengembangan sumber daya manusia. Ide-ide tersebut menjadi inti usulan perbaikan olahraga yang disampaikan penulis.
Memetakan perbaikan olahraga menurut Sadik
Dalam paparan yang tercantum di buku, Sadik mengurai bagaimana kepingan kebijakan yang tidak sinkron antara pemerintah pusat dan daerah menciptakan fragmentasi yang merugikan ekosistem olahraga. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada perencanaan jangka panjang, alur pembinaan atlet, dan konsistensi pelaksanaan kompetisi.
Sadik juga menekankan perlunya pembenahan tata kelola organisasi-organisasi olahraga. Buku itu mengulas regulasi yang lemah dan praktik internal yang menurut penulis menghambat akuntabilitas serta profesionalisme pengelolaan olahraga di berbagai level organisasi.
Isu tata kelola dan regulasi
Salah satu fokus utama buku adalah kritik terhadap aturan dan mekanisme organisasi olahraga yang, menurut Sadik, masih belum mendukung praktik tata kelola yang baik. Ia membahas bagaimana regulasi yang tidak jelas dan kelemahan pengawasan dapat menyebabkan keputusan penting tidak berpihak pada pembinaan jangka panjang.
Dalam bahasannya, Sadik juga menyinggung ilusi politik anggaran, yaitu kecenderungan alokasi dana yang tidak selalu diarahkan pada prioritas pembinaan yang efektif. Ia mendorong adanya transparansi dan kesinambungan anggaran agar program-program pembinaan dapat berjalan konsisten dan terukur.
Anggaran, infrastruktur kompetisi, dan sport science
Buku ini membahas pula masalah infrastruktur kompetisi yang menurut Sadik kerap tidak memadai. Ketiadaan wadah kompetisi yang terstruktur dan berkala menjadi salah satu hambatan munculnya bibit atlet berkelanjutan. Kelemahan tersebut berkaitan erat dengan alokasi anggaran dan perencanaan fasilitas olahraga.
Selain itu, penerapan sport science menjadi salah satu tema penting. Sadik menilai bahwa pengaplikasian ilmu olahraga dalam pembinaan, pemulihan, dan persiapan kompetisi masih jauh di bawah potensi yang bisa dicapai. Menurutnya, integrasi sport science perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas atlet dan mencegah cedera yang berulang.
Pengembangan sumber daya manusia
Penguatan SDM, baik pelatih, manajer, maupun tenaga pendukung, menjadi bahasan lain yang mendapat porsi besar dalam tulisan Sadik. Buku itu mengusulkan pembenahan sistem pendidikan dan sertifikasi bagi tenaga kepelatihan serta pengembangan kompetensi administrasi organisasi olahraga.
Sadik melihat bahwa pembinaan manusia adalah kunci jangka panjang. Tanpa adanya peningkatan kualitas pelatih dan manajemen, aliran talenta atlet akan terhambat meski fasilitas tersedia. Oleh karena itu, perhatian pada aspek pendidikan dan profesionalisasi menjadi salah satu rekomendasi dalam buku.
Peluncuran dan reaksi publik
Peluncuran buku digelar dalam acara bedah di Gedung Serbaguna, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu, 5 September 2026. Hadir dalam acara tersebut tokoh pemikir dan pengamat, di antaranya Rocky Gerung, wartawan senior olahraga Asro Kamal Rokan, serta Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Yunyun Yudiana.
Acara diskusi menyoroti berbagai isu yang dirangkum Sadik, sekaligus membuka ruang tanya jawab terkait solusi yang mungkin diterapkan. Kehadiran para akademisi dan pengamat memberi nuansa dialog kritis terhadap gagasan yang disampaikan penulis.
Latar penulisan dan pemicu gagasan
Sadik menuturkan proses penulisan buku memakan waktu sekitar lima sampai enam bulan. Ia menyebut pemicu penulisan adalah sejumlah peraturan yang dikeluarkan pemangku kebijakan sebelum pelantikan Presiden RI terpilih pada 20 Oktober 2024, yang menurutnya memunculkan kebutuhan untuk menganalisis dan merespons arah kebijakan olahraga nasional.
Buku ‘Membangun Otot di Negeri Kertas’ diformat sebagai kumpulan gagasan dan refleksi pengalaman penulis dalam dunia olahraga, dengan tujuan memantik diskusi publik tentang arah pembinaan dan pengelolaan olahraga di Indonesia. Sadik berharap karya ini menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan, pengurus organisasi olahraga, dan publik yang peduli terhadap masa depan prestasi olahraga nasional.
















































