Pulau Dewata akan menjadi tuan rumah kejuaraan catur bertaraf internasional pada akhir Oktober mendatang. Catur Bali internasional dijadwalkan berlangsung di Hotel Ululani, Uluwatu, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026, dengan sejumlah peserta dari dalam dan luar negeri yang telah mendaftar.

Turnamen yang berlabel FIDE Rated ini tidak hanya berfokus pada persaingan di papan catur, tetapi juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Bali. Penyelenggara berharap ajang ini memberi dampak positif bagi sektor pariwisata Pulau Dewata.
Catur Bali Internasional dalam Sorotan Publik
Kejuaraan tersebut resmi menggunakan nama Catur Bali Fide Rated Kapal Api Chess Festival 2026 dan bakal digelar di Hotel Ululani, kawasan Uluwatu. Penentuan lokasi diharapkan memberikan suasana kompetisi yang mendukung sekaligus menarik bagi peserta serta ofisial yang datang dari berbagai daerah dan negara.
Penggagas dan dukungan organisasi
Inisiatif penyelenggaraan turnamen berasal dari Jalaluddin Madjinuhu, yang menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Rencana ini mendapat dukungan dari PB Percasi dan klub Jayakarta Muda Jakarta, yang ikut memastikan kesiapan teknis serta legitimasi kompetisi berskala internasional.
Hadiah dan insentif bagi peserta
Penyelenggara menyiapkan total hadiah sebesar Rp112 juta untuk seluruh kategori yang dipertandingkan. Dari jumlah tersebut, juara utama akan menerima hadiah Rp20 juta. Besaran hadiah ini diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi pecatur profesional maupun amatir yang ingin menguji kemampuan mereka di level internasional.
Partisipasi dan tujuan event
Hingga saat ini tercatat sekitar 300 orang berencana mengikuti turnamen, berasal dari berbagai wilayah di dalam negeri dan beberapa delegasi asing. Selain menjadi arena kompetisi, Catur Bali internasional juga dirancang untuk menjadi momen memperkenalkan Bali kepada pengunjung yang tiba khusus untuk acara ini, sehingga ada potensi peluang ekonomi bagi pelaku pariwisata lokal.
Format bertaraf FIDE berarti hasil pertandingan akan tercatat dalam peringkat internasional pemain, sehingga peserta memiliki motivasi tambahan untuk memperoleh poin yang berdampak pada peringkat mereka. Hal ini diharapkan meningkatkan kualitas persaingan dan menarik pemain berperingkat dari luar daerah.
Penyelenggara menekankan pentingnya kesiapan fasilitas dan protokol pertandingan agar acara berjalan lancar. Hotel Ululani sebagai lokasi dipilih dengan pertimbangan kapasitas ruang bermain, kenyamanan peserta, serta aksesibilitas bagi tamu yang datang dari luar Pulau Dewata.
Selain aspek teknis pertandingan, penyelenggara juga berharap rangkaian acara dapat berdampak pada promosi destinasi lokal. Kedatangan ratusan peserta dan ofisial ke Uluwatu memberi peluang bagi pelaku usaha pariwisata, seperti hotel, restoran, transportasi, dan penyelenggara tur, untuk mendapatkan peningkatan permintaan selama penyelenggaraan festival catur tersebut.
Pihak penyelenggara mengajak komunitas catur serta masyarakat luas untuk menyambut gelaran ini. Dengan dukungan dari organisasi catur nasional dan klub-klub lokal, turnamen dimaksudkan menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan olahraga catur dan sektor pariwisata di Bali.
Informasi detail mengenai pendaftaran, kategori perlombaan, serta regulasi pertandingan akan diumumkan lebih lanjut oleh panitia penyelenggara. Bagi pecatur yang berminat mengikuti kejuaraan, catatan tanggal 30 Oktober hingga 5 November 2026 menjadi acuan utama untuk mempersiapkan diri menghadapi Catur Bali internasional di Uluwatu.















































