Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Muhammad Kholid, menekankan pentingnya rekonstruksi mental ketika mengunjungi warga terdampak bencana di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Menurut Kholid, pemulihan psikologis warga mesti mendapat perhatian setara dengan upaya membangun kembali fasilitas fisik.

Kunjungan yang dilakukan oleh Kholid bertujuan untuk mendengar langsung kondisi masyarakat pascabencana. Pernyataan itu menggarisbawahi pandangannya bahwa pemulihan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek mental dan psikososial yang akan menentukan kemampuan komunitas untuk bangkit kembali.
Rekonstruksi mental sebagai bagian dari pemulihan
Kholid menyoroti bahwa proses rekonstruksi harus memandang warga secara utuh: kebutuhan fisik dan kondisi batin sama pentingnya. Ia mengingatkan bahwa trauma dan rasa kehilangan dapat menghambat proses pemulihan jika tidak ditangani secara serius, sehingga program pascabencana perlu memasukkan strategi pemulihan mental.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa kebijakan penanganan bencana sebaiknya melibatkan langkah-langkah yang mendukung stabilitas psikologis, selain pembangunan kembali rumah dan fasilitas umum. Fokus pada aspek mental dianggap esensial untuk memastikan ketahanan jangka panjang komunitas terdampak.
Kondisi warga di Manggarai Timur
Dalam kunjungannya ke Manggarai Timur, Kholid berinteraksi dengan warga yang masih menghadapi dampak bencana. Kunjungan ini menjadi momen bagi para korban untuk menyampaikan kondisi lapangan dan harapan mereka terkait bantuan yang diperlukan ke depan. Kholid mencatat bahwa mendengar langsung pengalaman warga penting untuk merumuskan respons yang sesuai.
Pernyataan itu juga menunjukkan perhatian terhadap dinamika sosial pascabencana, seperti bagaimana proses sehari-hari dan interaksi komunitas berubah setelah bencana. Menangani aspek mental, menurut Kholid, harus dipertimbangkan agar masyarakat mampu kembali menjalankan fungsi sosial dan ekonomi mereka.
Peran pemerintah dalam pemulihan komprehensif
Kholid mengingatkan bahwa upaya pemulihan memerlukan peran aktif pemerintah, baik pada tingkat daerah maupun pusat. Menurutnya, kebijakan dan program yang disusun harus mencakup intervensi psikososial untuk menjangkau kelompok rentan serta mendukung ketahanan komunitas dalam jangka menengah hingga panjang.
Dengan menempatkan rekonstruksi mental sebagai bagian dari prioritas, diharapkan langkah-langkah pemulihan akan lebih menyentuh kebutuhan nyata warga, bukan hanya aspek material. Hal ini juga membuka ruang bagi perencanaan program yang lebih holistik dan sensitif terhadap pengalaman pascabencana.
Harapan warga dan langkah selanjutnya
Warga yang ditemui Kholid menyampaikan harapan agar perhatian terhadap kondisi mental disertai dengan langkah konkret. Mereka menginginkan pendekatan yang tidak hanya sebatas kunjungan, melainkan program berkelanjutan yang mampu membantu pemulihan psikologis serta membangun kembali rasa aman dan harapan.
Kholid menyatakan harapannya agar pemerintah merespons dengan kebijakan yang menyertakan layanan pemulihan mental, pendampingan, serta dukungan jangka panjang bagi komunitas terdampak. Penekanan pada rekonstruksi mental diharapkan bisa memperkuat proses rehabilitasi secara keseluruhan.
Catatan akhir dari kunjungan
Kunjungan Sekjen PKS tersebut menyoroti dimensi rekonstruksi yang kerap terabaikan dalam penanganan bencana. Dengan menempatkan rekonstruksi mental sebagai bagian dari prioritas, upaya pemulihan dipandang lebih lengkap dan berpeluang meningkatkan ketahanan sosial warga pascabencana di NTT.
Pernyataan Kholid menjadi pengingat bahwa membangun kembali fisik tanpa memperhatikan aspek batiniah masyarakat berisiko meninggalkan luka yang menghambat pemulihan substansial. Oleh karena itu, menurutnya, strategi pemulihan yang komprehensif diperlukan agar warga dapat memulai proses pemulihan dengan fondasi yang lebih kuat.










































