Komdigi Tekankan Penguasaan AI oleh Guru untuk Mempercepat Pemulihan Pendidikan Pascabencana

penguasaan ai - ilustrasi berita Komdigi Tekankan Penguasaan AI oleh Guru untuk Mempercepat Pemulihan Pendidikan…

BAKTI Komdigi menegaskan bahwa penguasaan AI oleh guru menjadi salah satu aspek krusial dalam upaya mempercepat pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana. Di Banda Aceh, organisasi ini menilai bahwa pemulihan tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas fisik; kapasitas pendidik harus diperkuat agar proses belajar mengajar dapat segera kembali efektif.

penguasaan ai - ilustrasi berita Komdigi Tekankan Penguasaan AI oleh Guru untuk Mempercepat Pemulihan Pendidikan…

Menurut Komdigi, kemampuan menggunakan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, perlu menjadi bagian dari strategi pemulihan pendidikan. Pendekatan ini diharapkan membantu sekolah dan guru menyesuaikan metode pembelajaran sehingga anak-anak terdampak bencana tidak tertinggal secara akademis dan psiko-sosial.

Peran guru dalam pemulihan pendidikan

Komdigi menempatkan guru sebagai aktor utama dalam proses pemulihan. Ketika ruang belajar dan infrastruktur mulai pulih, peran pendidik tidak hanya mengembalikan rutinitas akademik, tetapi juga mendukung proses adaptasi siswa yang mengalami trauma dan kehilangan. Penguatan kompetensi guru menjadi prioritas agar mereka mampu merancang pembelajaran yang responsif terhadap kebutuhan murid pascabencana.

Penguasaan AI sebagai kunci pemulihan

Organisasi itu menilai bahwa penguasaan AI oleh guru membuka peluang mempercepat distribusi materi, menyesuaikan pembelajaran individual, dan memperluas akses pembelajaran di tengah keterbatasan fisik. Dengan kemampuan tersebut, guru diharapkan lebih fleksibel dalam menghadapi kondisi lapangan yang berubah-ubah dan membantu proses pemulihan berjalan lebih cepat dan terarah.

Kebutuhan penguatan kapasitas dan dukungan

Komdigi juga menggarisbawahi pentingnya program pengembangan kapasitas yang konkret untuk guru, yang mencakup pelatihan teknologi dan pendampingan berkelanjutan. Selain keterampilan teknis, dukungan dalam bentuk pedoman praktik, sumber belajar yang relevan, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal dianggap perlu agar upaya pemulihan pendidikan dapat terlaksana secara terpadu.

Tantangan implementasi di lapangan

Meski peluang besar, Komdigi mengakui ada tantangan dalam penerapan teknologi di konteks pascabencana. Kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih, keterbatasan akses internet, dan kebutuhan akan pendekatan yang sensitif terhadap kondisi siswa menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, penguasaan AI oleh guru perlu difasilitasi dengan pendekatan yang realistis dan kontekstual.

Langkah ke depan untuk pemulihan berkelanjutan

Komdigi mengajak pemangku kepentingan pendidikan untuk menempatkan penguatan kapasitas guru sebagai bagian inti dari strategi pemulihan. Kolaborasi antarinstansi, penyediaan pelatihan yang relevan, serta mekanisme dukungan teknis menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan yang berfokus pada keberlanjutan proses belajar. Pendekatan demikian diharapkan membantu mengembalikan kualitas pendidikan secara lebih cepat dan berkelanjutan di daerah terdampak bencana.

Dengan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi guru, termasuk penguasaan teknologi seperti AI, Komdigi berharap proses pemulihan pendidikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu meningkatkan ketahanan sistem pendidikan terhadap bencana di masa mendatang.