Wakil Menteri P3MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, hadir dalam acara pengenalan kampus yang diadakan untuk mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Kehadirannya dimanfaatkan untuk mengingatkan para mahasiswa agar mempersiapkan diri menghadapi perubahan cepat di lingkungan akademik dan dunia kerja.

Dalam kesempatan itu, Wamen menekankan pentingnya menguasai ketangkasan belajar sebagai bekal utama agar generasi muda tidak menjadi versi yang ketinggalan di tengah dinamika global. Pesan ini ditujukan untuk membangkitkan kesadaran bahwa kemampuan beradaptasi dan belajar cepat kini menjadi kompetensi esensial.
Pesan utama kepada mahasiswa baru
Dzulfikar menyoroti bahwa masa awal perkuliahan adalah momentum krusial bagi mahasiswa untuk membentuk sikap belajar yang luwes. Menurutnya, mahasiswa perlu mengembangkan pola pikir yang terbuka terhadap perubahan dan terus berusaha meningkatkan kemampuan belajar agar dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman.
Makna ketangkasan belajar bagi masa depan
Istilah ketangkasan belajar merepresentasikan kemampuan untuk mempelajari hal baru secara cepat, menerapkan pengetahuan dalam konteks berbeda, dan beradaptasi saat menghadapi tantangan baru. Wamen menyampaikan bahwa kecakapan ini lebih dari sekadar menguasai materi perkuliahan; ia berkaitan dengan kesiapan menghadapi transformasi teknologi, persaingan global, dan perubahan kebutuhan pasar kerja.
Baca juga: Gubernur Jabar Beri Wewenang Kepala Sekolah Terapkan Pembelajaran Daring Akibat Abu Anak Krakatau
Peran kampus dalam membentuk kompetensi
Dalam sambutannya, Wamen juga menyinggung peran institusi pendidikan tinggi sebagai ruang pembentukan karakter dan kompetensi. Kampus dinilai harus menjadi lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk aktif bereksperimen, kritis dalam berpikir, dan terus memperluas wawasan agar ketangkasan belajar dapat tumbuh secara nyata selama masa studi.
Imbauan untuk tidak pasif
Wamen mengimbau agar mahasiswa baru tidak bersikap pasif menunggu petunjuk, melainkan mengambil inisiatif dalam proses belajar. Sikap proaktif, keingintahuan yang tinggi, dan keberanian mencoba hal baru menjadi aspek yang mendapat sorotan sebagai bagian dari ketangkasan belajar.
Harapan terhadap generasi muda
Lebih jauh, Wamen menyampaikan harapan agar mahasiswa Unimus dapat menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan landasan kompetensi yang kuat. Ketangkasan belajar diharapkan menjadi modal bagi lulusan untuk bersaing secara sehat dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Acara pengenalan kampus tersebut tidak hanya mempertemukan pejabat dan civitas akademika, tetapi juga menjadi ajang penegasan kembali tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan kader bangsa yang adaptif. Pesan tentang ketangkasan belajar diharapkan menjadi pengingat bagi setiap mahasiswa baru untuk memanfaatkan waktu kuliah sebaik mungkin.
Dengan momentum awal studi ini, mahasiswa didorong untuk segera menata tujuan akademik dan mengasah keterampilan yang relevan. Menurut Wamen, sikap konsisten dalam belajar dan kesiapan beradaptasi akan menentukan sejauh mana mahasiswa mampu mengikuti laju perubahan di era kini.






















































