Purwokerto Gelar Selaras 2026 untuk Perkuat Ekonomi Syariah Banyumas Raya

ekonomi syariah banyumas - ilustrasi berita Purwokerto Gelar Selaras 2026 untuk Perkuat Ekonomi Syariah Banyumas Raya

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto menggelar Semarak Festival Ekonomi Syariah Eks Keresidenan Banyumas (Selaras) dan Festival Literasi 2026 sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi syariah Banyumas yang inklusif. Kegiatan ini menjadi arena pertemuan antara pelaku usaha syariah, pelaku usaha pesantren, dan pemangku kepentingan lokal dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi berbasis prinsip syariah di wilayah Banyumas Raya.

ekonomi syariah banyumas - ilustrasi berita Purwokerto Gelar Selaras 2026 untuk Perkuat Ekonomi Syariah Banyumas Raya

Acara tersebut diikuti oleh 75 pelaku usaha syariah serta 29 pelaku usaha pesantren dengan ragam produk mulai dari makanan, minuman, fesyen, ekonomi kreatif, hingga produk lainnya. Penyelenggaraan festival ini juga memungkinkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring usaha di daerah.

Penguatan ekonomi syariah Banyumas melalui Selaras 2026

Selaras 2026 menempatkan pengembangan ekonomi syariah sebagai fokus utama, dengan tujuan menciptakan lingkungan usaha yang lebih inklusif bagi pelaku lokal. Dengan menampilkan berbagai kategori produk, acara ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk memamerkan kapasitas produksi, kreativitas desain, dan keunikan produk berbasis nilai syariah dari wilayah eks Keresidenan Banyumas.

Partisipasi pelaku usaha dan pesantren

Kehadiran 75 pelaku usaha syariah bersama 29 pelaku usaha pesantren menunjukkan ragam pelaku ekonomi yang terlibat, mulai usaha mikro hingga usaha yang mengangkat nilai pesantren. Keterlibatan pesantren memberi dimensi sosial-kultural tersendiri pada festival, karena usaha pesantren seringkali menggabungkan kegiatan ekonomi dengan nilai edukasi dan pemberdayaan komunitas.

Ragam produk dan peluang kolaborasi

Produk yang dipamerkan di festival mencakup sektor makanan, minuman, fesyen, dan ekonomi kreatif, serta produk lain yang relevan dengan pasar lokal. Keberagaman ini membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha, termasuk sinergi antara pengrajin lokal, produsen makanan halal, dan pelaku kreatif yang dapat saling melengkapi dalam rantai nilai. Forum seperti Selaras memberi kesempatan untuk mempertemukan potensi produksi lokal dengan permintaan pasar yang lebih luas.

Peran KPwBI Purwokerto dan pemerintah daerah

Sebagai penyelenggara, KPwBI Purwokerto memainkan peran fasilitatif dalam penyelenggaraan festival tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kolaborasi antara institusi perbankan, pemerintah daerah, dan komunitas usaha setempat, yang bertujuan membangun ekosistem usaha yang lebih terorganisir dan berkelanjutan. Melalui dukungan penyelenggaraan acara, diharapkan ada peningkatan koordinasi antar-pemangku kepentingan untuk mendukung perkembangan UMKM berbasis syariah.

Festival Literasi sebagai pendukung penguatan usaha

Selain pameran produk, gelaran juga menghadirkan Festival Literasi 2026 yang berjalan sejajar. Festival Literasi berfungsi sebagai pendamping untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam hal pengetahuan, keterampilan, dan komunikasi produk. Pendekatan literasi ini penting untuk membantu usaha lokal memahami pasar, memperbaiki kemasan atau promosi, serta meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha secara umum.

Dengan kombinasi pameran produk dan kegiatan literasi, Selaras 2026 berupaya menciptakan ruang yang tidak hanya menampilkan produk tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha. Kegiatan semacam ini memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring, belajar dari pengalaman sesama pelaku usaha, dan mengeksplorasi kemungkinan kemitraan dengan berbagai pihak terkait.

Hadirnya berbagai kategori usaha pada festival mencerminkan dinamika ekonomi lokal yang makin beragam. Selaras 2026 menjadi salah satu upaya untuk merangkul pelaku usaha dari berbagai latar belakang dan menyatukan mereka pada satu agenda yang fokus pada pengembangan ekonomi syariah di wilayah Banyumas Raya.

Secara keseluruhan, gelaran Selaras dan Festival Literasi 2026 merupakan bentuk nyata kolaborasi antara KPwBI Purwokerto, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM untuk mendorong tumbuhnya ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di eks Keresidenan Banyumas.