Christiany Paruntu Mendorong Produk Tembus Ekspor Lewat Penguatan Kapasitas Daerah

produk tembus ekspor - ilustrasi berita Christiany Paruntu Mendorong Produk Tembus Ekspor Lewat Penguatan Kapasitas…

Anggota Komisi VI DPR RI Christiany Eugenia Paruntu menegaskan pentingnya upaya sistematis agar produk tembus ekspor. Menurutnya, penetrasi ke pasar global tak cukup hanya lewat perluasan jaringan perdagangan luar negeri; penguatan kapasitas produksi dan pendampingan bagi pelaku usaha di daerah menjadi kunci agar barang unggulan daerah mampu bersaing.

produk tembus ekspor - ilustrasi berita Christiany Paruntu Mendorong Produk Tembus Ekspor Lewat Penguatan Kapasitas…

Paruntu menyatakan bahwa nilai tambah bagi perekonomian nasional bergantung pada kemampuan produk daerah memasuki pasar ekspor dengan kualitas, sertifikasi, dan daya saing yang memadai. Untuk itu, langkah-langkah internal di tingkat daerah perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pemangku kepentingan.

Produk Tembus Ekspor dalam Sorotan Publik

Christiany Paruntu menyoroti kendala-kendala yang sering menghambat potensi ekspor produk daerah, seperti kapasitas produksi yang terbatas, standar mutu yang belum terpenuhi, hingga minimnya akses permodalan dan pendampingan teknis. Ia mengingatkan bahwa tanpa perbaikan di sisi produksi dan pengolahan, perluasan pasar luar negeri hanya akan bersifat sementara dan tidak berkelanjutan.

Menurut Paruntu, pembenahan rantai pasok dan peningkatan kualitas harus berjalan seiring dengan program pelatihan, sertifikasi produk, serta fasilitasi pembiayaan yang tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha kecil dan menengah di daerah untuk menaikkan kelas produk mereka sehingga layak diekspor.

Peran diplomasi perdagangan dalam membuka pasar

Selain memperkuat kapasitas di dalam negeri, Paruntu juga menekankan perlunya optimalisasi diplomasi perdagangan luar negeri. Diplomasi ini tidak hanya untuk membuka pasar tradisional, melainkan juga menembus pasar ekspor nontradisional yang berpotensi menyerap produk-produk khas daerah.

Ia menyoroti bahwa perluasan jejaring diplomatik dan kerja sama perdagangan bilateral atau multilateral dapat membuka peluang bagi produk daerah yang sebelumnya sulit menembus pasar internasional. Menurutnya, pendekatan diplomasi yang terkoordinasi bisa membantu menurunkan hambatan tarif maupun non-tarif serta memperkenalkan produk unggulan Indonesia ke konsumen baru.

Pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha daerah

Christiany Paruntu menegaskan pentingnya program pendampingan yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di daerah. Pendampingan ini meliputi transfer pengetahuan tentang standar ekspor, pembinaan pengemasan dan branding, serta pembukaan akses ke pasar dan pembiayaan.

Ia menilai bahwa pendampingan yang bersifat holistik — mulai dari hilirisasi produk, pengolahan yang meningkatkan nilai tambah, hingga pemasaran internasional — akan memperbesar peluang produk daerah menembus pasar ekspor. Tanpa dukungan teknis dan kelembagaan, banyak produk berpotensi tetap stagnan di pasar domestik.

Mendorong diversifikasi dan nilai tambah

Dalam pandangan Paruntu, strategi mendorong produk tembus ekspor juga harus melibatkan peningkatan nilai tambah melalui diversifikasi produk dan pengolahan hilir. Produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi berpeluang memperoleh harga jual lebih baik di pasar internasional dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi daerah asalnya.

Pengembangan produk hilir, kata Paruntu, harus disertai dukungan berupa fasilitas teknis, akses bahan baku yang stabil, serta skema pembiayaan yang mengurangi risiko usaha. Kombinasi unsur tersebut memungkinkan pelaku usaha melakukan inovasi produk yang relevan dengan selera pasar ekspor.

Christiany Paruntu mengajak pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan pihak terkait lainnya untuk bersinergi agar upaya mendorong produk tembus ekspor tidak sekadar retorika. Koordinasi antar-institusi dan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas produksi akan menentukan keberhasilan penetrasi pasar global bagi produk unggulan daerah.