Sorotan Baru Seputar Kolaborasi Akademik yang Menarik Perhatian

kolaborasi akademik - ilustrasi berita Sorotan Baru Seputar Kolaborasi Akademik yang Menarik Perhatian

FDIKOM Institut Attaqwa KH. Noer Alie (IAN) Bekasi memperkuat kolaborasi akademik melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama Asosiasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (ASKOPIS) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. MoU ini dimaksudkan untuk membuka ruang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

kolaborasi akademik - ilustrasi berita Sorotan Baru Seputar Kolaborasi Akademik yang Menarik Perhatian

Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FDIKOM IAN Bekasi Hj. Miftahussa’adah Wardi, M.IRKH; Ketua Umum ASKOPIS Dr. Mohammad Zamroni, M.Si.; dan Dekan FDIKOM UIN Jakarta Prof. Dr. Gun Gun Heriyanto. Kesepakatan itu menjadi langkah konkret untuk memperkuat jejaring antar-lembaga yang menaungi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Kolaborasi Akademik dalam Sorotan Publik

Dalam kesempatan itu, Dekan FDIKOM IAN Bekasi Hj. Miftahussa’adah Wardi menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi multi-dimensi. Fokus utamanya meliputi pengembangan kurikulum, kegiatan penelitian bersama, publikasi jurnal ilmiah, serta peningkatan kapasitas akademik bagi tenaga pengajar dan mahasiswa untuk meningkatkan mutu Prodi KPI.

Miftahussa’adah menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen institusi untuk membangun sinergi kelembagaan. Ia menyatakan harapan agar hubungan yang terjalin mampu mendorong kegiatan akademik yang lebih produktif dan bertimbal balik di antara pihak-pihak yang terlibat.

Partisipasi IAN Bekasi di KNKI VI ASKOPIS dan AICIMDS 2026

Acara penandatanganan berlangsung sebagai bagian dari Konferensi Nasional Komunikasi Islam (KNKI) VI ASKOPIS dan Annual International Conference on Islam, Media and Digital Society (AICIMDS) yang digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Hotel Millennium Sirih, Jakarta. Kegiatan bertema “Media, the Contemporary Muslim World, and Digital Network Society: Authority, Identity, and Social Transformation” ini diselenggarakan oleh FDIKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hadirnya IAN Bekasi dalam forum nasional dan internasional tersebut dimaknai sebagai kesempatan memperluas jaringan akademik serta menegaskan posisi Prodi KPI dalam lanskap pendidikan tinggi komunikasi Islam di tingkat nasional. Menurut Miftahussa’adah, konferensi menjadi ruang strategis bagi akademisi, pengelola prodi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi gagasan dan merespons dinamika media.

Perubahan Ekosistem Media Digital dan Isu yang Dibahas

Salah satu topik sentral dalam konferensi adalah transformasi ekosistem media seiring perkembangan platform digital, algoritma, kreator konten, dan kecerdasan buatan (AI). Diskusi menyoroti bagaimana perubahan teknologi turut menggeser mekanisme produksi, distribusi, visibilitas, dan nilai ekonomi konten komunikasi.

Dalam paparan berjudul Media Development in Indonesia & the Future of Islamic Da’wah, Dewan Pakar ASKOPIS Prof. Andi M. Faisal Bakti, M.A., Ph.D. menekankan bahwa transformasi media tidak bisa dipandang semata sebagai perubahan teknis. Menurutnya, pengalihan kendali ke jaringan platform dan algoritma menciptakan tantangan baru terkait tata kelola manusia dan etika publik dalam praktik komunikasi Islam.

Implikasi bagi Prodi KPI: Literasi, Etika, dan Tanggung Jawab

Prof. Andi menyoroti pentingnya menempatkan prinsip komunikasi Islam sebagai pijakan dalam menghadapi perkembangan media dan AI. Ia mengingatkan bahwa kompetensi mahasiswa KPI seharusnya mencakup kemampuan teknis produksi media sekaligus kesadaran etis—termasuk literasi digital, verifikasi informasi, dan tanggung jawab sosial dalam produksi pesan.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh pandangan bahwa penggunaan teknologi, termasuk AI, harus tetap berada di bawah kendali dan tanggung jawab manusia, dengan mengedepankan kemaslahatan, perlindungan martabat manusia, serta etika publik. Hal ini menjadi bahan pertimbangan bagi institusi pendidikan untuk merancang penguatan kapasitas akademik yang relevan dengan tantangan kontemporer.

Langkah Ke Depan untuk Penguatan Jejaring Akademik

Melalui nota kesepahaman ini, FDIKOM IAN Bekasi berupaya menjadikan kerja sama kelembagaan sebagai landasan bagi inisiatif bersama—mulai dari kegiatan penelitian kolaboratif, pengelolaan jurnal ilmiah, hingga program peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan membantu Prodi KPI menghadapi kompleksitas media modern secara lebih adaptif dan kritis.

Penandatanganan MoU dan partisipasi aktif dalam forum seperti KNKI VI dan AICIMDS juga dipandang sebagai momentum penting bagi institusi untuk memperkuat kualitas akademik sekaligus merespons dinamika komunikasi Islam di era digital dengan pendekatan yang etis dan bertanggung jawab.