Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengajak pemuda untuk memanfaatkan peluang kerja global yang terbuka melalui perhelatan Pasim IJF 2026. Ajakan itu menekankan bahwa kesempatan berkarier di pasar internasional dapat diakses jika generasi muda mempersiapkan diri dengan baik.

Pernyataan Mukhtarudin pada kesempatan tersebut memberi sinyal bahwa isu tenaga kerja lintas negara dan perlindungan bagi para pencari kerja internasional tetap menjadi perhatian. Dorongan ini hadir di tengah upaya mempertemukan peluang lapangan kerja dengan talenta muda yang ingin berekspansi ke ranah global.
Peluang kerja global dan kesiapan pemuda
Peluang kerja global menuntut kombinasi keterampilan teknis, kemampuan bahasa, dan pemahaman budaya kerja asing. Bagi pemuda yang hendak mencoba peruntungan di luar negeri, kesiapan seperti ini menjadi modal utama agar dapat bersaing dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Pergerakan tenaga kerja lintas batas tidak hanya soal mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana membangun karier yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pemuda perlu memandang pengalaman kerja internasional sebagai bagian dari proses peningkatan kapabilitas profesional, bukan semata tujuan jangka pendek.
Peran P2MI dalam melindungi pekerja migran
Dalam kapasitasnya, P2MI berperan memberi perhatian terhadap perlindungan bagi pekerja migran. Dorongan dari pimpinan lembaga ini pada forum Pasim IJF 2026 menggambarkan komitmen untuk memastikan bahwa akses ke peluang kerja global disertai dengan pengaturan dan perlindungan yang memadai bagi calon pekerja.
Perlindungan tersebut mencakup aspek informasi yang jelas, proses penempatan yang transparan, serta mekanisme yang meminimalkan risiko eksploitasi. Semuanya penting agar peluang kerja global tidak berubah menjadi pengalaman yang merugikan bagi para pencari kerja.
Langkah yang bisa ditempuh generasi muda
Untuk menyiapkan diri menghadapi pasar kerja internasional, pemuda disarankan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan praktik langsung yang relevan. Kemampuan bahasa asing dan pemahaman etika kerja lintas budaya juga menjadi nilai tambah.
Selain pengembangan keterampilan, pemuda perlu aktif mencari informasi valid tentang peluang penempatan, persyaratan, dan hak-hak pekerja saat bekerja di luar negeri. Konektivitas dengan jaringan profesional dan program-program yang memfasilitasi mobilitas kerja dapat membantu memperbesar peluang sukses.
Harapan pada ekosistem talenta nasional
Ajakan untuk memanfaatkan peluang kerja global pada Pasim IJF 2026 juga membuka ruang diskusi lebih luas tentang penguatan ekosistem talenta nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, penyelenggara pelatihan, dan dunia usaha, diharapkan lebih banyak pemuda Indonesia dapat mengakses dan memanfaatkan peluang tersebut secara aman dan produktif.
Kesempatan kerja lintas negara menjadi salah satu jalur bagi pengembangan sumber daya manusia. Namun, manfaat itu akan maksimal bila diikuti oleh kesiapan individual dan dukungan sistemik yang memadai sehingga pengalaman kerja internasional berdampak positif bagi karier pemuda dan perekonomian nasional.































