Asosiasi maskapai nasional menyuarakan perlunya percepatan penggunaan SAF di bandara sebagai strategi untuk mengantisipasi kebijakan pajak karbon pada sektor transportasi udara. Dorongan ini menempatkan bahan bakar berkelanjutan sebagai salah satu opsi utama dalam upaya transisi menuju penerbangan yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah sendiri menyiapkan transformasi sektor penerbangan menuju rendah emisi melalui penerapan Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang direncanakan mulai diberlakukan pada 2027. Perencanaan ini menjadi kerangka waktu penting bagi pelaku industri untuk menyesuaikan operasi dan infrastruktur.
Dorongan INACA: SAF di bandara internasional
INACA menekankan pentingnya penyediaan SAF di bandara internasional sebagai respons terhadap tekanan regulasi terkait emisi. Inisiatif tersebut dilihat sebagai upaya untuk mengurangi potensi beban fiskal yang muncul dari kebijakan pajak karbon pada moda transportasi udara, sembari mengadaptasi praktik yang mendukung penurunan emisi.
Dorongan ini juga mencerminkan perhatian pelaku industri terhadap kepastian aturan dan ketersediaan alternatif bahan bakar yang dapat diterapkan oleh maskapai. Dengan adanya komitmen penggunaan SAF di bandara, maskapai diharapkan memperoleh opsi yang lebih jelas dalam perencanaan operasional jangka menengah.
Persiapan pemerintah untuk penerapan SAF mulai 2027
Pemerintah telah menetapkan arahan bahwa penerapan SAF akan dimulai pada 2027 sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi intensitas emisi sektor penerbangan. Langkah ini menggambarkan arah kebijakan nasional yang mengakui peran bahan bakar berkelanjutan dalam transisi energi transportasi udara.
Penetapan jadwal tersebut memberi kerangka waktu bagi regulator, operator bandara, dan operator penerbangan untuk melakukan penyesuaian. Periode persiapan dianggap krusial untuk memastikan kesiapan teknis dan logistik dalam distribusi serta penggunaan SAF di terminal-terminal internasional.
Dampak terhadap pajak karbon dan industri penerbangan
Penggunaan SAF di bandara dipandang sebagai salah satu mekanisme untuk merespons kebijakan pajak karbon yang menyasar sektor transportasi udara. Dengan beralih ke bahan bakar berkelanjutan, potensi kontribusi emisi dari penerbangan dapat diminimalkan, sehingga implikasi fiskal dari kebijakan pajak karbon bisa berbeda dibandingkan bila penggunaan bahan bakar fosil tetap dominan.
Bagi industri penerbangan, pergeseran ini menuntut adanya penataan ulang strategi bisnis, termasuk perencanaan rute, penganggaran biaya bahan bakar, dan investasi terkait infrastruktur penyimpanan maupun distribusi. Namun, rincian teknis dan dampak ekonomi yang mendetail perlu dijabarkan lebih lanjut oleh pihak berwenang dan pelaku usaha.
Tantangan yang perlu dicermati pelaku industri
Transisi menuju penggunaan SAF di bandara internasional menyisakan sejumlah perhatian operasional dan kebijakan. Di antaranya adalah kebutuhan untuk memastikan ketersediaan pasokan SAF, kesiapan fasilitas penyangga di bandara, serta sinkronisasi aturan antara otoritas penerbangan, pengelola bandara, dan maskapai.
Selain itu, aspek pembiayaan dan mekanisme insentif juga menjadi bagian dari pertimbangan agar adopsi SAF dapat berjalan berkelanjutan. Keselarasan antara target lingkungan dan kelayakan ekonomi menjadi faktor penting dalam menjembatani kepentingan publik dan sektor swasta.
Langkah selanjutnya dan koordinasi antar-pemangku kepentingan
Mengingat jadwal penerapan yang ditetapkan pemerintah, langkah koordinasi dinilai krusial. Pengembangan roadmap implementasi, penetapan standar kelayakan SAF, serta perencanaan infrastruktur distribusi menjadi area prioritas yang harus dibahas bersama antara pemerintah dan pelaku industri.
Percepatan transisi ke SAF di bandara internasional akan memerlukan dialog berkelanjutan agar kebijakan dapat diimplementasikan secara efektif tanpa menimbulkan gangguan operasional yang signifikan. Dengan demikian, kesiapan teknis dan kebijakan menjadi dua pilar utama yang harus dipertimbangkan dalam tahap persiapan hingga 2027.
Upaya bersama antara regulator dan industri akan menentukan seberapa cepat penerapan SAF dapat berlangsung secara luas di bandara, serta bagaimana kebijakan fiskal seperti pajak karbon diantisipasi dalam perencanaan jangka panjang sektor penerbangan.










