Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dijadwalkan akan hadiri pemakaman Iran di Teheran pada 4 Juli, demikian diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan. Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan ucapan takziah atas wafatnya Pemimpin Agung Iran, Allahyarham Ayatollah Ali Khamenei.

Pada pertemuan singkat dengan media di Islamabad, jurucakap kementerian menegaskan bahwa Shehbaz akan mewakili rakyat dan Pemerintah Pakistan untuk menyampaikan belasungkawa kepada pimpinan Iran serta keluarga yang berduka.
Agenda dan tujuan: hadiri pemakaman Iran dan pembicaraan di Turkiye
Kunjungan luar negeri yang meliputi kehadiran pada prosesi pemakaman mengikuti rangkaian diplomasi regional. Setelah menghadiri pemakaman pada 4 Juli, Perdana Menteri Shehbaz Sharif akan melanjutkan perjalanan ke Turkiye atas undangan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menggelar pembicaraan mengenai isu bilateral dan kawasan.
Menurut jadwal resmi, rangkaian kunjungan berlangsung antara 3 hingga 5 Juli. Rencana ini mencakup momen penghormatan di Teheran sekaligus pertemuan bilateral yang bertujuan membahas kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang serta perkembangan kawasan yang dinilai penting.
Komposisi delegasi Pakistan
Pemerintah menyatakan bahwa Perdana Menteri tidak akan bepergian sendiri. Ia akan didampingi oleh Wakil Perdana Menteri yang juga menjabat Menteri Luar Negeri, Ishaq Dar, beserta sejumlah menteri kabinet lain. Kehadiran menteri-menteri ini menunjukkan bahwa perjalanan tersebut memiliki dimensi protokoler dan substantif.
Keikutsertaan Ishaq Dar sebagai pembantu utama menegaskan bahwa selain menyampaikan rasa duka, delegasi Pakistan juga siap menjajaki hubungan bilateral lebih lanjut dengan pihak Iran dan kemudian melanjutkan dialog dengan otoritas Turkiye dalam kunjungan terpisah.
Baca juga: Nilai Ekspor Papua Barat Daya Merosot 66,24% Sepanjang Jan–Mei, Industri Pengolahan Jadi Pemicu
Pernyataan resmi Kementerian Luar
Dalam taklimat media di Islamabad pada Kamis, jurucakap Kementerian Luar, Tahir Andrabi, menyebutkan bahwa Perdana Menteri akan menyampaikan ucapan takziah atas nama rakyat dan Pemerintah Pakistan kepada pimpinan Iran serta keluarga yang ditinggalkan. Pernyataan ini menegaskan sikap resmi Islamabad terhadap peristiwa yang berkaitan dengan pemimpin Iran tersebut.
Kementerian Luar juga menggarisbawahi pentingnya menjaga protokol diplomatik dalam momen duka seperti ini, sekaligus mempertahankan saluran komunikasi untuk pembicaraan mengenai permasalahan dua negara dan isu-isu regional yang relevan.
Perwakilan negara lain pada upacara
Selain kehadiran delegasi dari Pakistan, sumber resmi mencatat bahwa India akan mengirimkan perwakilan tingkat tinggi ke Teheran. India diwakili oleh Gubernur Negara Bagian Bihar, Syed Ata Hasnain, dan Wakil Menteri Luar, Pabitra Margherita, yang akan hadir pada majlis pemakaman tersebut.
Kehadiran berbagai delegasi negara menunjukkan dimensi internasional dari prosesi pemakaman tersebut, di mana sejumlah negara mengutus wakil untuk menyampaikan rasa duka dan menjaga hubungan diplomatik di tengah momen penting ini.
Rangkaian perjalanan yang mencakup kunjungan ke Teheran dan pertemuan di Turkiye mencerminkan upaya Islamabad untuk menjalankan kewajiban diplomatik sekaligus merespons situasi regional. Jadwal resmi dan nama-nama delegasi yang diumumkan oleh Kementerian Luar menjadi acuan bagi pelaksanaan kunjungan yang berlangsung antara 3 sampai 5 Juli.
Selama kunjungan, pernyataan-pernyataan resmi dan pertemuan bilateral yang direncanakan diharapkan dapat memberi kejelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil Islamabad dalam hubungan dengan kedua negara, sambil tetap menghormati prosesi penghormatan terhadap Pemimpin Agung Iran, Allahyarham Ayatollah Ali Khamenei.








